Selasa, 16 Februari 2016

Memiliki Toko Online, Haruskah Memiliki Toko Fisik?


Sekilas pertanyaan ini adalah pertanyaan yang cukup nyeleneh, yang bisa jadi banyak pembaca yang menjawab, “jelas tidak, toko online dapat berdiri sendiri tanpa toko fisik.”, dan memang jawaban tersebut tidak ada salahnya. Tapi ada beberapa argumen lain yang punya alasan yang sama kuat dengan jawaban anda tersebut.

Toko online jelas dapat berdiri sendiri tanpa adanya toko fisik. Baik itu hanya tanpa toko tapi tetap dengan adanya gudang penyimpanan produk yang dijual, atau benar-benar tanpa toko dan tanpa gudang penyimpanan produk, atau yang mungkin sering kita dengar dengan model bisnis dropship.
Kedua jenis toko online tersebut jelas dapat saja beraktivitas layaknya toko online biasanya yang memiliki toko fisik, bahkan tanpa anda tahu, mungkin banyak juga yang toko online favorit anda yang termasuk kategori toko online yang tidak mempunyai toko fisik ini, termasuk didalamnya Lazada.

Dari sudut pandang calon pembeli


Sekarang kita berpindah sudut pandang, dari yang sebelumnya sebagai pemilik atau yang menjalankan bisnis, menjadi sudut pandang calon pembeli yang ingin membeli produk yang anda tawarkan dari toko online anda.

Semakin banyak toko online yang dijalankan oleh oknum penipu, membuat calon pembeli di internet semakin pintar dan rajin melakukan cek terlebih dahulu perihal toko online dimana mereka ingin membeli produk yang diinginkan. Nah, salah satu poin dalam daftar utama apa saja yang harus di cek dari toko online yang bisa dipercaya adalah keberadaan alamat dari toko fisik si toko online tersebut.

Mengapa? Karena toko online yang memiliki toko fisik jelas membuat pembeli merasa lebih aman, bisa memperhitungkan berapa kisaran ongkos kirim yang akan dikenakan jika membeli dari toko online tersebut, hingga memastikan jika ada hal yang kurang berkenan terkait produk yang mereka beli. Tentunya complaint ke toko online yang memiliki alamat jelas lebih mudah daripada yang bahkan tidak ingin menyebutkan sama sekali alamat toko mereka sendiri.

Kemudian, ada beberapa pembeli juga yang sebenarnya tidak terlalu menyukai atau belum percaya transaksi online itu semakin bisa diandalkan, hanya saja ketika mampir ke toko online anda, mereka ingin memiliki produk yang anda jual tapi tetep tidak ingin membeli secara online. Satu-satunya cara yang diambil adalah dengan mengunjungi toko fisik dari toko online tersebut. Jika tidak ada toko fisiknya, jelas semakin mengurangi kesempatan menjual lebih banyak lagi, kepada target pasar yang lebih luas lagi bukan?

1 komentar: